OTN 8 2026 Sudah di Depan Mata: Kamu Mau Jadi Penonton atau Juara?

Umum 15 September 2026

OTN 8 2026 Sudah di Depan Mata: Kamu Mau Jadi Penonton atau Juara? 15 September 2026, 07:44 WIB. logo dan tema OTN 2026/dokpri OTN 8 Sudah di Depan Mata: Kamu Mau Jadi Penon...

OTN 8 2026 Sudah di Depan Mata: Kamu Mau Jadi Penonton atau Juara?
Umum 15 September 2026 08:11 wijaya kusumah 1312 views

OTN 8 2026 Sudah di Depan Mata: Kamu Mau Jadi Penonton atau Juara?

OTN 8 2026 Sudah di Depan Mata: Kamu Mau Jadi Penonton atau Juara?


15 September 2026, 07:44 WIB.

Bahasa. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcstudio

logo dan tema OTN 2026/dokpri


OTN 8 Sudah di Depan Mata: Kamu Mau Jadi Penonton atau Juara?


Tanggal 29 Oktober 2026 mungkin terlihat masih jauh. Tetapi bagi panitia OTN 8, waktunya terasa sangat dekat.

Satu per satu pekerjaan harus segera diselesaikan. Juknis lomba diperiksa kembali. Proposal sponsor dikebut. Dokumen kurasi Puspresnas disiapkan. Kepanitiaan mulai bergerak. Publikasi harus segera digencarkan.


Sementara itu, di luar sana, mungkin masih banyak siswa yang belum tahu bahwa sebuah panggung besar sedang dipersiapkan untuk mereka.

Namanya Olimpiade TIK dan Informatika serta KKA Nasional atau OTN 8.

Pertanyaannya sederhana. Apakah kamu akan menjadi penonton, atau berani menjadi peserta?

Saya memilih pertanyaan itu karena kompetisi bukan hanya tentang siapa yang membawa pulang piala. Kompetisi adalah tentang siapa yang berani keluar dari zona nyaman dan mengatakan kepada dirinya sendiri, "Saya ingin mencoba."


Panitia OTN 8 Tidak Sedang Main-Main

OTN 8 akan digelar pada 29 Oktober sampai 1 November 2026 di JICC Senayan, Jakarta Pusat.

Empat hari yang mudah-mudahan menjadi pertemuan besar pelajar Indonesia yang memiliki minat terhadap teknologi, informatika, kecerdasan artifisial, kreativitas digital, robotik, dan e-sport.

Untuk mewujudkannya, panitia mulai bekerja serius. Kami sudah mengadakan 2 kali rapat persiapannya, dan akan berlanjut ke rapat ketiga sbelum pendaftaran online dibuka.


Bapak Dr. Muhammad Yunus Rangkuti dipercaya sebagai Ketua Panitia OTN 8, sedangkan Bapak Kandidat Dr. Simon Simarmata dipercaya sebagai Wakil Ketua. Di bawah koordinasi pimpinan panitia, berbagai bidang mulai bergerak.

Ada yang menyiapkan lomba. Ada yang menyusun administrasi. Ada yang mengurus proposal sponsor. Ada yang menyiapkan dokumen kurasi. Ada yang mengurus publikasi. Ada pula yang memikirkan berbagai persoalan teknis yang mungkin tidak pernah terlihat oleh peserta.

Begitulah sebuah kegiatan besar dipersiapkan. Peserta mungkin hanya melihat panggung, lomba, sertifikat, piala, dan suasana meriah. Tetapi panitia melihat hal yang berbeda.

Deadline. Dan deadline itu semakin dekat.


Lima Lomba, Lima Kesempatan Menjadi Juara


Panitia OTN 8 telah menyiapkan lima cabang lomba dalam OTN 8 kali ini. OTN sebelumnya ada 10 Lomba. Kami memperkecil lomba untuk mempermudah proses kurasi puspresnas, dan panggung kegiatan yang disiapkan panitia.


Pertama, Lomba Robotik. Pj Lomba Pak Ratno Pudjianto, M.Kom

Bagi siswa yang senang merakit, bereksperimen, memecahkan masalah, dan melihat benda yang dibuatnya bisa bergerak sesuai perintah, inilah panggungnya.


Kedua, Lomba Cerdas Cermat. PJ Bapak Asep Sugandi, S.Pd Gr.

Di sini bukan hanya hafalan yang diuji. Kecepatan berpikir, ketepatan menjawab, kekompakan tim, dan keberanian mengambil keputusan menjadi bagian penting dari pertandingan.


Ketiga, Lomba Informatika dan KKA. Pj Lomba Bapak Tatang Surya Artmaja, S.Kom

Inilah kesempatan bagi siswa untuk menguji kemampuan dalam bidang informatika dan KKA yang semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial.


Keempat, Lomba Koding Membuat Game. Pj Lomba Ibu Maria Sumakul, M.Kom

Ini menarik. Selama ini banyak siswa hanya bermain game. Tetapi di OTN 8, siswa ditantang untuk naik kelas. Bukan hanya menjadi pemain. Jadilah pembuat. Bayangkan ketika game yang selama ini hanya ada di kepala akhirnya menjadi karya digital yang bisa dimainkan.


Kelima, E-Sport Mobile Legends. Pj Lomba Bapak Ramli Jainal, S.Pd

Bagi siswa yang memiliki kemampuan bermain secara kompetitif, inilah waktunya membuktikan bahwa e-sport juga membutuhkan strategi, komunikasi, kerja sama, disiplin, dan mental bertanding.

  • Lima lomba.
  • Lima karakter.
  • Lima kesempatan.

Dan mungkin salah satunya adalah jalan prestasimu. 


Jangan Tunggu Sampai Pendaftaran Ditutup


Saya sering menemukan hal yang menarik. Ketika lomba diumumkan, banyak siswa berkata,

"Pak, masih lama kan?"

Kemudian beberapa minggu berlalu.

"Pak, pendaftarannya masih ada?"

Lalu mendekati batas akhir.

"Pak, masih bisa ikut?"

Setelah ditutup, baru bertanya,

"Pak, kapan ada lomba lagi?"


Nah, jangan sampai OTN 8 mengalami cerita yang sama. Kesempatan tidak selalu datang dua kali. Kalau kamu memang ingin mengikuti OTN 8, mulai sekarang bicaralah dengan guru. Bicaralah dengan orang tua.


Bentuk tim jika lombanya membutuhkan tim. Mulai berlatih. Pelajari juknis. Cari tahu apa yang harus dipersiapkan. Jangan menunggu semuanya sempurna. Sebab sering kali yang membuat seseorang gagal bukan karena tidak punya kemampuan, tetapi karena terlambat memulai.


Jumat, 18 September Akan Menjadi Salah Satu Tahapan Penting

Pada Jumat, 18 September 2026, panitia akan menggelar rapat ketiga OTN 8. Lima juknis lomba yang sudah dibuat akan disampaikan, dibahas, dan dikoreksi bersama. 


Mengapa harus dikoreksi? Karena panitia ingin memastikan aturan lomba dapat dipahami peserta dan dapat dilaksanakan secara adil. Juknis bukan sekadar dokumen. Juknis adalah rambu-rambu pertandingan.


Peserta harus tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Panitia harus memahami mekanisme pelaksanaan. Juri harus mempunyai dasar penilaian yang jelas. Semakin jelas aturan, semakin kecil peluang terjadinya kesalahpahaman. Karena itu, rapat tanggal 18 September menjadi salah satu bagian penting dari persiapan menuju OTN 8.


Proposal Sponsor Sedang Dikebut


Di sisi lain, panitia juga sedang fokus menyelesaikan proposal sponsor OTN 8. Mengapa sponsor penting? Karena menyelenggarakan kegiatan nasional untuk pelajar tentu membutuhkan biaya.


Ada tempat kegiatan. Ada perlengkapan. Ada publikasi. Ada hadiah. Ada kebutuhan teknis. Ada berbagai kebutuhan lain yang harus dipenuhi.

Panitia ingin OTN 8 bukan sekadar terlaksana, tetapi terlaksana dengan baik dan memberikan pengalaman terbaik bagi peserta. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan.


Dunia usaha, industri teknologi, lembaga pendidikan, komunitas, organisasi, dan para pihak yang peduli terhadap pendidikan generasi muda tentu dapat mengambil bagian dalam perjalanan OTN 8. Sebab ketika kita mendukung prestasi pelajar, sebenarnya kita sedang membantu menyiapkan masa depan Indonesia.


Ada Satu Pekerjaan yang Tidak Kalah Penting: Kurasi Puspresnas


Selain urusan teknis lomba dan sponsor, panitia juga sedang mempersiapkan proses kurasi melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.


Berbagai dokumen yang diminta harus disiapkan dengan teliti. Tidak boleh asal upload. Tidak boleh asal lengkap. Dokumen harus sesuai persyaratan dan dapat dipertanggungjawabkan.


Pak Rohandi sebagai admin kurasi sudah siap mengunggah berbagai dokumen yang diperlukan. Kami semua tentu berharap proses pengajuan kurasi OTN 8 dapat berjalan lancar. Doakan saja. Semoga semuanya berjalan lancar.


Sebab di balik sebuah kegiatan yang terlihat meriah, ada proses administrasi yang kadang justru membutuhkan kesabaran luar biasa. 

Kalau lombanya seru, peserta senang. Kalau dokumennya lengkap, panitia lega. Kalau kurasinya berjalan lancar, kami bisa bernapas sedikit lebih panjang.

Sedikit saja. Sebab setelah itu masih ada pekerjaan lain. Hehehe.


Kepada Guru dan Kepala sekolah di Seluruh Indonesia, Kirimkan Siswa Terbaikmu

Bapak dan Ibu Guru, jangan biarkan kesempatan ini berlalu begitu saja. Mungkin di sekolah kita ada siswa yang selama ini diam di kelas, tetapi ternyata sangat hebat membuat program.

Mungkin ada siswa yang jarang berbicara, tetapi kemampuan logikanya luar biasa. Mungkin ada siswa yang setiap hari bermain Mobile Legends, tetapi ternyata memiliki kemampuan strategi dan kerja sama tim yang bagus.

Mungkin ada siswa yang senang membongkar robot dan merakit kembali. Mungkin ada siswa yang selalu membuat game sederhana di komputer.

Mereka hanya membutuhkan panggung. OTN 8 bisa menjadi salah satu panggung tersebut. Tugas kita sebagai guru bukan hanya mengajar siswa agar mendapat nilai bagus.

Tugas kita juga menemukan potensi mereka. Kadang seorang anak baru mengetahui bahwa dirinya hebat setelah diberi kesempatan untuk mencoba. Karena itu, Bapak dan Ibu Guru, mari kita cari mereka.

Ajak mereka. Dampingi mereka. Latih mereka. Dan berikan kesempatan kepada mereka untuk bertanding secara sehat.


Kepada Siswa Indonesia, Ini Pesan Omjay

Nak, kalau selama ini kamu hanya melihat orang lain menerima piala, sekarang cobalah mengejar piala itu. Kalau selama ini kamu hanya melihat orang lain membuat robot, cobalah membuat robot.

Kalau selama ini kamu hanya bermain game, cobalah membuat game. Kalau selama ini kamu hanya melihat pertandingan e-sport, cobalah masuk ke arena pertandingan.

Kalau selama ini kamu merasa tidak pintar, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa kamu tidak mampu. Bisa jadi kamu hanya belum menemukan bidang yang membuatmu bersinar.

Dan OTN 8 mungkin menjadi tempat untuk menemukannya. Tidak perlu takut kalah. Sebab orang yang tidak pernah ikut lomba memang tidak akan pernah kalah. Tetapi dia juga tidak pernah tahu seberapa hebat dirinya ketika berani mencoba.


Bayangkan 29 Oktober 2026

Bayangkan pagi itu. JICC Senayan mulai ramai. OTN 8 Dibuka dengan Seminar nasional terlebih dahulu. Para narasumber Semnas sudah kami hubungi. Prof. Eko Indrajit dari akademisi dan Pak Dedi Dwitagama dari Praktisi sudah bersedia menjadi narasumbernya. Tinggal perwakilan puspresnas kemdikdasmen, dan sponsor epson seperti tahun lalu.

Siswa dari berbagai daerah datang bersama guru pendamping dan teman-temannya. Ada yang membawa robot. Ada yang membawa laptop. Ada yang membawa semangat bertanding.

Ada yang datang dengan percaya diri. Ada pula yang datang sambil berkata, "Waduh, saya deg-degan, Pak."

Tidak apa-apa. Deg-degan itu tanda kita peduli. Yang penting jangan sampai jari gemetar hanya karena lupa latihan. Hehehe.

Di tempat itulah mereka akan bertemu dengan siswa lain yang memiliki minat yang sama. Mereka mungkin awalnya adalah lawan. Tetapi setelah lomba, bisa jadi mereka menjadi sahabat.

Itulah indahnya kompetisi. Kita bertanding untuk menjadi yang terbaik, tetapi tetap belajar menghargai orang lain.


OTN 8 Bukan Sekadar Piala

Pada akhirnya, saya Omjay berharap OTN 8 tidak hanya menghasilkan juara. Saya berharap OTN 8 menghasilkan pengalaman yang sangat berkesan.

  • Menghasilkan persahabatan.
  • Menghasilkan keberanian.
  • Menghasilkan karya.
  • Menghasilkan inspirasi.

Dan mungkin menghasilkan anak-anak muda yang suatu hari nanti menjadi programmer, guru, peneliti, engineer, game developer, ahli robotik, profesional e-sport, atau bahkan pencipta teknologi yang digunakan jutaan orang.

Kita tidak pernah tahu. Karena itu, jangan remehkan sebuah lomba. Bisa jadi sebuah lomba kecil hari ini menjadi awal dari perjalanan besar seseorang di masa depan.

Panitia OTN 8 masih terus bekerja. Juknis akan kembali dibahas. Proposal sponsor terus disiapkan. Dokumen kurasi terus dilengkapi. Publikasi akan terus digencarkan. Dan kami berharap dukungan dari semua pihak terus mengalir.

Semoga seluruh proses persiapan berjalan lancar. Semoga panitia diberikan kesehatan dan kekuatan. Semoga proses kurasi berjalan baik. Semoga para guru berkenan mengirimkan siswa terbaiknya. Dan semoga JICC Senayan pada 29 Oktober--1 November 2026 menjadi saksi lahirnya prestasi baru pelajar Indonesia.

Jadi, saya kembali bertanya kepada kamu. Mau jadi penonton? Atau... mau menjadi salah satu peserta yang namanya nanti dipanggil sebagai juara OTN 8?

Jangan jawab hanya di dalam hati. Mulailah bergerak. Ajak gurumu bicara. Bentuk timmu. Latihan mulai hari ini. Karena ketika kesempatan datang, yang membedakan juara dengan penonton sering kali hanya satu hal: Siapa yang sudah lebih dulu bersiap.


OTN 8 semakin dekat.29 Oktober--1 November 2026.JICC Senayan, Jakarta Pusat.

Nantikan informasi dan pengumuman resmi melalui website:

  1. https://kogtik.com
  2. https://gurupenggerakindonesia.id

Pelajar Indonesia, saatnya naik panggung! Bukan hanya menjadi pengguna teknologi. Jadilah pencipta, inovator, dan juara!

Salam literasi dan salam prestasi. Salam Blogger Persahabatan. Omjay Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com



Berita Unggulan
Rating & Komentar
0 rating
0.0
Berdasarkan 0 rating
5
0
4
0
3
0
2
0
1
0

Berikan Rating
Tambah Komentar
Semua Komentar
Belum ada komentar.